Nabi Idris AS adalah nabi kedua setelah Nabi Adam AS. Beliau dikenal sebagai sosok yang cerdas, rajin menulis, dan tekun dalam beribadah. Banyak sejarawan Islam menyebutkan bahwa Nabi Idris adalah orang pertama yang menulis dengan pena, serta orang pertama yang mengajarkan ilmu pengetahuan secara teratur. Di bsiramadhanfest.com, kami menghadirkan kisah inspiratif dari salah satu nabi mulia yang dijadikan teladan dalam keilmuan dan ketakwaan.
Nabi Idris dalam Al-Qur’an
Meskipun tidak banyak ayat yang menyebutkan Nabi Idris, namun penyebutan namanya menunjukkan kedudukan mulia di sisi Allah.
“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Qur’an). Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi, dan Kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi.”
(QS. Maryam: 56–57)
Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Idris bukan hanya seorang nabi, tetapi juga memiliki derajat tinggi di sisi Allah karena kejujuran, kesabaran, dan kecintaannya pada ilmu.
Kemuliaan Nabi Idris AS
Nabi Idris diberi banyak keistimewaan oleh Allah, di antaranya:
- Penulis pertama dalam sejarah umat manusia – Disebutkan beliau menggunakan pena untuk mencatat dan mengajarkan ilmu kepada kaumnya.
- Ahli astronomi dan matematika – Beliau mengajarkan cara menghitung hari dan waktu, termasuk gerak bintang dan langit.
- Sangat tekun dalam ibadah – Nabi Idris tidak pernah meninggalkan malam tanpa sholat dan berdzikir kepada Allah.
Diangkat ke Tempat yang Tinggi
Menurut riwayat, Nabi Idris adalah satu-satunya nabi yang diangkat ke langit sebelum Nabi Isa. Ia dikisahkan tidak mengalami kematian seperti manusia biasa, namun diangkat ke tempat tinggi oleh Allah sebagai bentuk kemuliaan. Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa beliau bertemu Nabi Idris di langit keempat saat peristiwa Isra Mi’raj (HR. Muslim).
Pelajaran dari Nabi Idris AS
- Ilmu dan iman harus berjalan seiring – Nabi Idris adalah teladan dalam menyeimbangkan ilmu pengetahuan dan ketakwaan.
- Kejujuran adalah karakter yang sangat mulia – Allah memuji Nabi Idris karena ia sangat mencintai kebenaran.
- Ibadah bukan hanya ritual, tapi juga gaya hidup – Kesungguhan dalam mendekat kepada Allah menjadi ciri khas para nabi.
Penutup
Kisah Nabi Idris AS adalah pengingat bahwa menjadi dekat dengan Allah tidak hanya melalui ibadah, tetapi juga lewat ilmu, kejujuran, dan kerja keras. Beliau adalah simbol kehormatan bagi umat manusia yang menjadikan ilmu sebagai jalan menuju surga.
Ikuti kisah para nabi selanjutnya hanya di bsiramadhanfest.com – bagian dari Doa, Hadist & Iman – bsiramadhanfest.com yang terus menyebarkan hikmah dari sejarah para utusan Allah SWT.