Nabi Nuh AS adalah keturunan kesembilan dari Nabi Adam AS. Ia dikenal sebagai nabi yang memiliki kesabaran luar biasa karena berdakwah selama 950 tahun tanpa henti, mengajak kaumnya untuk menyembah Allah. Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang menerima seruan tauhid tersebut. Di bsiramadhanfest.com, kami hadirkan kisah penuh hikmah dari Nabi Nuh AS yang diabadikan dalam beberapa surat Al-Qur’an.
Perjuangan Dakwah Nabi Nuh AS
Nabi Nuh AS diutus kepada kaum yang tenggelam dalam penyembahan berhala. Mereka menyembah patung-patung bernama Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. Nabi Nuh mengajak dengan cara lembut, penuh kesabaran, bahkan sampai berdakwah siang dan malam.
“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): ‘Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu.’”
(QS. Nuh: 2)
Namun kaum Nabi Nuh mengejek, mencaci, bahkan menutup telinga mereka setiap kali beliau berbicara.
Perintah Membangun Kapal dan Banjir Besar
Setelah sekian lama berdakwah dan hanya sedikit pengikut, Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat kapal besar di atas bukit. Hal ini membuat kaumnya makin mengejek beliau, karena kapal dibangun jauh dari air.
“Dan buatlah kapal dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami dan jangan kamu bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim itu. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.”
(QS. Hud: 37)
Setelah kapal selesai, Allah mengeluarkan air dari bumi dan menurunkan hujan deras yang menyebabkan banjir besar menenggelamkan seluruh orang kafir, termasuk anak Nabi Nuh sendiri yang menolak naik kapal.
Doa Nabi Nuh AS dan Pengampunan Allah
Nabi Nuh selalu mengembalikan urusannya kepada Allah. Bahkan ketika melihat anaknya tenggelam, ia sempat meminta agar anaknya diselamatkan, namun Allah menegaskan bahwa ia bukan termasuk keluarganya karena durhaka.
Setelah peristiwa banjir, Nabi Nuh berdoa memohon ampun dan bersyukur atas keselamatan yang diberikan kepada para pengikutnya.
Pelajaran dari Kisah Nabi Nuh AS
- Kesabaran dalam dakwah – Tak ada yang melebihi kesabaran Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun.
- Keteguhan dalam tauhid – Nabi Nuh tidak pernah menyerah meski ditolak oleh kaumnya sendiri.
- Keimanan lebih penting dari hubungan darah – Anaknya sendiri tidak termasuk orang yang diselamatkan karena tidak beriman.
Penutup
Nabi Nuh AS adalah contoh nyata seorang pemimpin yang sabar, tegas dalam tauhid, dan patuh sepenuhnya pada perintah Allah. Kisahnya menjadi pelajaran penting tentang iman, keluarga, dan keikhlasan dalam berdakwah. Mari kita jadikan kisah ini sebagai penguat langkah di tengah tantangan kehidupan.
Temukan kisah para nabi berikutnya hanya di bsiramadhanfest.com – bagian dari Doa, Hadist & Iman – bsiramadhanfest.com yang menyajikan inspirasi keislaman dari generasi ke generasi.