Nabi Shaleh AS adalah nabi kelima yang diutus Allah setelah Nabi Hud AS. Beliau diutus kepada kaum Tsamud, bangsa yang sangat kuat dan ahli dalam memahat gunung menjadi rumah. Kaum ini tinggal di daerah Al-Hijr, dekat Petra (Yordania sekarang). Mereka diberi nikmat besar namun ingkar kepada Allah. Di bsiramadhanfest.com, kami hadirkan kisah Nabi Shaleh sebagai pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan kaum masa lalu.
Kaum Tsamud dan Sifat Angkuhnya
Seperti kaum ‘Ad sebelumnya, kaum Tsamud memiliki kekuatan dan kemampuan teknologi luar biasa untuk zamannya. Mereka tinggal di pegunungan dan memahat rumah dari batu karang. Namun kekayaan dan kekuatan itu membuat mereka sombong dan menolak ajakan Nabi Shaleh untuk hanya menyembah Allah.
“Dan kepada Tsamud, saudara mereka Shaleh. Ia berkata, ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagi kalian selain Dia.’”
(QS. Hud: 61)
Mukjizat Unta Betina dari Allah
Kaum Tsamud menantang Nabi Shaleh agar menunjukkan tanda kenabian. Lalu, Allah mengabulkan dengan mengeluarkan seekor unta betina dari batu besar yang terbelah. Mukjizat ini luar biasa, namun tetap tidak mengubah hati mereka.
“Ini adalah unta betina dari Allah, sebagai tanda untukmu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah dan jangan kamu ganggu, nanti kamu akan ditimpa azab yang pedih.”
(QS. Al-A’raf: 73)
Alih-alih beriman, mereka malah membunuh unta betina tersebut dengan kejam.
Azab Allah kepada Kaum Tsamud
Setelah peringatan demi peringatan diabaikan, Allah menurunkan azab yang sangat dahsyat. Gempa besar mengguncang tempat tinggal mereka, dan suara petir yang menggelegar membinasakan seluruh kaum Tsamud dalam sekejap.
“Maka mereka membunuh unta itu, lalu Tuhan mereka menimpakan kepada mereka azab karena dosa mereka, dan Dia meratakan mereka.”
(QS. Asy-Syams: 14)
Pelajaran dari Kisah Nabi Shaleh AS
- Jangan sombong atas nikmat – Kaum Tsamud binasa bukan karena bodoh, tapi karena menolak kebenaran dan kufur nikmat.
- Setiap mukjizat tidak akan berguna jika hati sudah membatu – Tanda Allah bisa ditolak oleh mereka yang keras kepala.
- Jangan menunda taubat – Waktu untuk berubah bisa habis kapan saja.
Penutup
Kisah Nabi Shaleh dan kaum Tsamud menjadi pengingat penting bahwa kesombongan dan keingkaran adalah jalan kehancuran. Semoga kita menjadi hamba yang selalu bersyukur dan tunduk kepada Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.
Ikuti kisah para nabi selanjutnya hanya di bsiramadhanfest.com – bagian dari Doa, Hadist & Iman – bsiramadhanfest.com, tempat terbaik untuk belajar dan memperdalam sejarah Islam dengan ringan dan terpercaya.